Situs-situs Megalitik di Banyumas

 

IMG_1877

Kabupaten Banyumas merupakan salah satu Kabupaten yang berada di sebelah barat daya Propinsi Jawa Tengah dengan Purwokerto sebagai Ibukota Kabupaten. Secara astronomis Kabupaten Banyumas berada pada antara titik koordinat 7o 20′ 11’’ – 8o 52′ 30’’ LS dan titik koordinat 109o 17′ 30’’ – 109o 40′ 30’’ BT. Luas wilayah Kabupaten Banyumas adalah 1.327,59 km2 atau setara dengan 132.759 ha yang terdiri atas 27 Kecamatan yang terbagi atas 301 desa dan 30 kelurahan. Secara administratif wilayah ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Tegal di sebelah utara, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Purbalingga di sebelah timur, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Brebes disebelah barat, dan Kabupaten Cilacap di sebelah selatan. (http://www.banyumaskab.go.id)

Melihat lokasi Kabupaten Banyumas saat ini mungkin dapat dikatakan sebagai daerah yang unik, karena lokasinya yang berada diantara kekuatan kerajaan besar seperti Pasundan dan Mataram. Masih banyak perdebatan perihal status wilayah banyumas kala itu. Apakah masuk kedalam Continue reading

Gathering Mapagama 2016

IMG_6398

sebagian peserta gathering yang (mau) mencapai puncak

Gunung Merbabu menjadi saksi. Jalur menanjak desa suwanting pun turut mengamini. Guyuran hujan sepanjang hari tidak menyurutkan ambisi kami sedikitpun untuk berkumpul bermanja cinta dengan alam disana.

Bagiku ini luar biasa. Suasana ketika tembok kekeluargaan mengurung kami, ketika api semangat menyala ditengah kami, ruang tengah milik Bapak Kadus seolah menjadi sempit menghimpit orang-orang yang berada didalamnya.

Akankah ada rindu suatu hari kelak?

dariku generasi mentah ranumpun tidak.

Keterbatasan bukan batasan

sign 'OK' Rully dengan Irfan

sign ‘OK’ Rully dengan Irfan (foto: Annisa F.)

“Gue cuma mau ngasih tau ke orang diluar sana Dil, kalo orang-orang disabilitas juga manusia dan punya hak yang sama kaya orang kebanyakan”

Irfan Ramdhani (24). Seorang mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan teknik informatika yang terdaftar sejak tahun 2008.  Selain itu, pemuda keturunan sunda-betawi ini juga ikut dalam kegiatan kepencintaalaman di kampus tersebut.

Kurang lebih empat tahun sudah Irfan menjalani harinya dengan tongkat bantu untuk berjalan. Kejadian itu memang bisa dikatakan telah merubah hari-harinya. Asam garam telah dia rasakan dari jatuh terpuruk hingga kini bangkit dan tetap berdiri dengan gagahnya. Continue reading