Sampah, Serakah, dan Berkah

“Bumi ini cukup untuk 7 generasi, namun bumi ini tidak cukup untuk 7 orang manusia yang serakah” – Mahatma Gandhi

Sejak zaman pleistosen manusia sudah bergantung kepada alam untuk bisa bertahan hidup. Kondisi alam yang masih labil membuat manusia pendukung kala itu bergerak terus untuk mencari hewan buruannya. Hingga ketika memasuki zaman holosen atau zaman neolotik manusia sudah mampu mendomestikasi hewan buruannya dan bercocok tanam. Setelah masalah perut manusia mulai mendapatkan kepastian, kebutuhan baru manusia adalah kebutuhan religi. Dalam hal ini mereka juga masih memanfaatkan alam untuk Continue reading

Tentang “aku” yang arogan?

blog-attention-your-happiness-is-waiting-at-the-next-exit-of-your-comfort-zone.png“Masa muda masa yang berapi-api”¬†begitu kata raja dangdut Rhoma Irama.

Siang tadi, beberapa menit sebelum dzuhur tiba aku bertemu dengan salah satu dosenku di selasar sebuah gedung yang terbilang baru di kampusku. Dengan kemeja putih oblong, celana jeans, rambut gondrong terikat, brewok yang terlihat baru tumbuh pasca pembabatan dan kaca mata adalah ciri khas dari dosenku itu. Dia adalah Andi Putranto, biasa kupanggil Mas Andi. Salah satu ahli arkeologi klasik di Indonesia.

Seperti biasa perjumpaan kita selalu diawali dengan meminjam korek api dan merokok bersama. Biasanya, untuk menyelesaikan obrolan dengannya aku memerlukan 3 batang rokok, yaaa setengah bungkus bahkan lah. Pembicaraan bersamanya selalu ngalor ngidul. Ibaratnya dari nagasari sampai gelato, dari becak sampai pesawat tempur X-47B, dari mancing sampai terjun payung high altitude low opening. Dikalangan

Continue reading