Tentang “aku” yang arogan?

blog-attention-your-happiness-is-waiting-at-the-next-exit-of-your-comfort-zone.png“Masa muda masa yang berapi-api” begitu kata raja dangdut Rhoma Irama.

Siang tadi, beberapa menit sebelum dzuhur tiba aku bertemu dengan salah satu dosenku di selasar sebuah gedung yang terbilang baru di kampusku. Dengan kemeja putih oblong, celana jeans, rambut gondrong terikat, brewok yang terlihat baru tumbuh pasca pembabatan dan kaca mata adalah ciri khas dari dosenku itu. Dia adalah Andi Putranto, biasa kupanggil Mas Andi. Salah satu ahli arkeologi klasik di Indonesia.

Seperti biasa perjumpaan kita selalu diawali dengan meminjam korek api dan merokok bersama. Biasanya, untuk menyelesaikan obrolan dengannya aku memerlukan 3 batang rokok, yaaa setengah bungkus bahkan lah. Pembicaraan bersamanya selalu ngalor ngidul. Ibaratnya dari nagasari sampai gelato, dari becak sampai pesawat tempur X-47B, dari mancing sampai terjun payung high altitude low opening. Dikalangan

Continue reading

Keterbatasan bukan batasan

sign 'OK' Rully dengan Irfan

sign ‘OK’ Rully dengan Irfan (foto: Annisa F.)

“Gue cuma mau ngasih tau ke orang diluar sana Dil, kalo orang-orang disabilitas juga manusia dan punya hak yang sama kaya orang kebanyakan”

Irfan Ramdhani (24). Seorang mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan teknik informatika yang terdaftar sejak tahun 2008.  Selain itu, pemuda keturunan sunda-betawi ini juga ikut dalam kegiatan kepencintaalaman di kampus tersebut.

Kurang lebih empat tahun sudah Irfan menjalani harinya dengan tongkat bantu untuk berjalan. Kejadian itu memang bisa dikatakan telah merubah hari-harinya. Asam garam telah dia rasakan dari jatuh terpuruk hingga kini bangkit dan tetap berdiri dengan gagahnya. Continue reading